Showing posts with label Introvert. Show all posts
Showing posts with label Introvert. Show all posts

Thursday, December 20, 2007

Dua Sisi mata Uang

Baru-baru ini penulis berkesempatan untuk bertemu langsung dengan seorang teman yang penulis kenal melalui dunia maya (istilah kerennyakopi darat”). Setelah berjumpa beberapa kali, si teman ini menyatakan bahwa ia seakan berkomunikasi dengan dua pribadi yang berbeda, pribadi aktual yang dijumpainya dalam dunia nyata dan pribadi lain yang dikenalnya melalui email.


Pernyataan ini sebenarnya tidak baru didengar oleh penulis, beberapa teman penulis lainnya pun menyatakan demikian (lihat posting “Nasib Sebagai Introvert”). Yang baru adalah ini dinyatakan oleh teman yang baru penulis kenal.


Penulis bertanya pribadi mana yang menarik, dan jawabnya adalah pribadi yang dikenalnya di dunia maya (kasian deh gue, ternyata gue gak menarik secara nyata….he3x). Kemudian penulis bertanya lagi menurutnya pribadi mana yang benar-benar pribadi penulis, dan ia mengatakan pribadi yang dijumpainya di dunia nyata (dituduh penipu oh noo…).


Untuk jawaban terakhir, penulis tidak sependapat dengan teman tersebut. Penulis tidaklah berusaha menipu siapapun di dunia maya, tidak berusaha berpura-pura atau menyembunyikan sesuatu. Kedua pribadi tersebut adalah bagian dari diri penulis. Bila pembaca sekalian pernah membaca cerita “Dr. Jeckyl and Mr.Hyde”, atau bagi para teman-teman Kristen yang mengimani “Tri-Tunggal”, atau konsep “Yin-Yang” dalam Taoisme, maka sebenarnya hal demikian dapat dimengerti. Kedua pribadi tersebut manifestasi dari usaha penulis beradaptasi dengan lingkungan. Seperti layaknya binatang amfibi yang bernafas dengan insang ketika di air, lalu dengan paru-paru ketika di darat (gue kodok donk…...he3x).


Seperti tulisan sebelumnya, “Nasib sebagai Introvert”, penulis adalah seorang introvert yang menemukan kebebasan di dunia maya. But for real, I am an introvert born to be. Dunia maya telah membentuk pribadi penulis secara berbeda dengan dunia nyata membentuknya, so jadilah demikian.

Bila ada yang meminta penulis untuk memilih salah satu diantara kedua pribadi terebut, maka penulis tidak akan melakukannya. Kedua pribadi tersebut adalah jati diri penulis sebenarnya, it is mine, it is me. Seperti dua sisi mata uang, bila salah satu hilang maka keping uang tersebut tidak akan mempunyai nilai. Kedua sisi mata uang tersebut harus ada dan nampak untuk membuat keping tersebut berharga.


Dan melalui tulisan ini penulis menghimbau bagi teman-teman yang sedang berteman di dunia maya, kopi darat donk….supaya tau sisi lain dari keping uang itu…kalo kelihatan juga gak apa2…so what gitu lho…he3x

Thursday, September 07, 2006

Nasib sebagai Introvert

Menjadi seorang introvert bukanlah sebuah pilihan hidup. Bahkan seorang introvert sering tidak sadar akan jati dirinya. Penulis sendiri baru mengetahui mempunyai karakteristik seorang Introvert ketika mengalami tiga kali tes potensi diri di LIPI. Mengetahui jati diri merupakan pencerahan bagi mereka yang mau menerima keyataan. Tetapi bagi yang tidak, maka pengetahuan itu merupakan kutukan......"Whyy me...."

Menjadi introvert memang tidak seburuk menjadi pecandu narkoba, atau penderita aids, atau homoseksual. Bahkan menurut psikolog, para introvert mempunyai kelebihan tertentu dibanding extrovert. Ciri khas seorang introvert adalah "ketertutupannya" terhadap dunia luar. Ketertutupan ini menyebabkan ia kadang tersisih di pergaulan dunia nyata. Punya banyak kenalan tetapi sedikit sekali teman dekat. Bahkan ada yang hanya mempunyai sedikit kenalan.


Terlebih bila berkaitan dengan pergaulan dengan lawan jenis, introvert bukanlah jagonya.......bila ada seorang lawan jenis yang menarik....paling cuma bisa melihat saja....lidah terasa kaku, pikiran berputar keras bagaimana menghadapi hal ini, hati berdegup keras membuat otak semakin bekerja lebih keras.........kasian dehhh introvert.

Tapi ini kan di dunia nyata....kalo di dunia maya bagaimana??? ternyata tidak seburuk yang disangka....introvert dapat mengekspose dirinya (tidak semua introvert lho), bahkan ada salah satu teman introvert penulis yang bertekad untuk menjadi "Raja di Dunia Maya".


Dunia maya merupakan dunia dimana komunikasi berlangsung secara tulisan, dan para introvert mempunyai kelebihan dalam komunikasi semacam ini. Sehingga dunia maya memberikan sebuah "pelampiasan" bagi para introvert yang jiwanya terkurung oleh jati dirinya sendiri. Dunia ini membuat introvert dapat menjadi "ekstrovert maya".

Ketika penulis menemukan "pelampiasan" ini, banyak teman yang menyangka bahwa penulis telah berubah, bahkan ada yang menuduh bahwa penulis berkepribadian ganda. Tapi penulis tetaplah penulis yang dulu, tidak ada yang berubah di dalam diri ini, kecuali bahwa penulis telah menemukan cara untuk melampiaskan jiwa yang telah lama terkurung. Thanks for virtual world, i'm now a free soul.......


Di dunia nyata, penulis tetaplah seorang introvert, tetapi berbeda dengan yang dulu, sekarang penulis sadar akan jati diri itu dan menerimanya dengan bangga (gile jadi introvert aja bangga......apa yang mo dibanggain). Harapan penulis adalah menjadi seorang introvert yang berguna bagi orang sekitar, dengan kelebihan dan kekurangan yang saya miliki.

Menjadi introvert memang bukan pilihan, tetapi memutuskan untuk menerima atau menolaknya adalah pilihan yang harus kita buat. Pilihan yang harus dijalani dengan segala konsekuensinya.

NB : Tulisan ini dedikasikan kepada teman-teman semua yang pernah mengenal penulis dengan baik, baik yang introvert maupun ekstrovert.