Anak yatim piatu punya potensi besar menjadi superhero, paling tidak menurut beberapa penulis komik terkenal di dunia. Superman adalah seorang anak yatim piatu yang dipungut oleh sebuah keluarga yang tak beranak. Batman, sejak kecil ditinggal mati oleh ayah ibunya dan dirawat oleh pelayan keluarganya. Robin dan Spiderman juga anak yatim piatu.Menjadi pemalu dengan wanita bukalah menjadi milik paten Superman. Spiderman adalah contoh kedua superhero yatim yang minder dengan wanita. Padahal ia adalah seorang ilmuwan muda yang jenius dengan kreatifitas tinggi.
Lain halnya dengan Bruce Wayne, ia adalah seorang milyuner yang tidak tahu bagaimana menggunakan uangnya untuk melawan kejahatan. Dengan kekayaanya, dia bisa saja menyumbang ke kepolisian kota Gotham untuk kesejahteraan anggota dan perlengkapan kepolisian. Nggak harus memakai jubah hitam, topeng kelelawar, dan sekali lagi jubah yang norak, kemudian melompat dari gedung ke gedung kan!!! Padahal terbang saja tidak bisa.
Mungkin Batman ingin membunuh dirinya sendiri dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang beresiko tinggi. Maklumlah, ia melihat langsung kedua orang tuanya dibunuh. Tumbuh dengan kenangan yang demikian pahit, merasa sendirian tanpa harapan akan kehidupan keluarga yang normal, membuatnya memiliki keberanian untuk menghadapi kematian. Karena ia merasa jiwanya sudah mati ketika melihat orang tuanya dibantai, poor Batman.


